Kemarin dan Jogja dan Esok
Duka bersama, semoga ini bisa menjadi perenungan…..
Sebuah sms di tengah malam membangunkanku,termasuk sms yg tidak diduga karna sudah datang sebuah sms sebelumnya dan berbunyi :
De’ kenapa negeri ini tertimpa bencana terus ya?
Apalagi yang terjadi ya besok?
Cukup itu saja dan aku sempat tertegun beberapa saat, iya, sebentar lagi aku akan menutup mata berharap esok pagi masih bisa kujumpai. harapan yang sangat sederhana tapi benar-benar menentukan hidup dan mati. Jogja yang dulu pernah kutemui masih sangat membekas karena meskipun aku orang jawa datang ke Jogja baru sekitar 3 kali, dan terakhir tahun 2004, UM-UGM.
Saat itu aku sudah meniatkan diri untuk datang lagi benar-benar seperti turis,karna 2004 penuh dengan soal-soal dan ujian akhir yang membuatku sangat sibuk. Ternyata sebelum aku berhasil melaksanakan niatku, Allah berkehendak lain…..
Esok…
apa yang mau kaukerjakan? dia selalu berkata “klo mas masih punya kesempatan,insya Allah besok kita ketemu”. Dan dia selalu mengingatkan tidak ada sesuatu yang sudah pasti hasilnya, bila ada harapan biarkanlah !! dan kemarin, bersyukur bisa menemuinya.
